Donderdag 21 Januarie 2016

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI SISWA-SISWI KELAS IX DI SMPN 3 TURI SLEMAN


TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI SISWA-SISWI KELAS IX DI SMPN 3 TURI SLEMAN




KARYA TULIS ILMIAH


Disusun guna mencapai derajat Ahli Madya Kebidanan






Disusun oleh :

Nama   : Sasmi Putri Agusti
Nim      : 10150050








PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2014






i

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI SISWA-SISWI KELAS IX DI SMPN 3 TURI SLEMAN


TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI SISWA-SISWI KELAS IX DI SMPN 3 TURI SLEMAN




KARYA TULIS ILMIAH


Disusun guna mencapai derajat Ahli Madya Kebidanan






Disusun oleh :

Nama   : Sasmi Putri Agusti
Nim      : 10150050








PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2014






i

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI SISWA-SISWI KELAS IX DI SMPN 3 TURI SLEMAN


TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI SISWA-SISWI KELAS IX DI SMPN 3 TURI SLEMAN




KARYA TULIS ILMIAH


Disusun guna mencapai derajat Ahli Madya Kebidanan






Disusun oleh :

Nama   : Sasmi Putri Agusti
Nim      : 10150050








PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2014






i

Vrydag 14 Junie 2013

Gejala-Gejala Kanker Payudara

Faktor Resiko Terserang Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor resiko yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, yakni sebagai berikut:
  • Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
  • Wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan.
  • Kehamilan pertama terjadi setelah berumur 30 tahun.
  • Mendapat menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun dan menopause setelah usia 55 tahun.
  • Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen.
  • Obesitas pasca menopause dan pemakaian alkohol.
  • Bahan kimia - Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  • Penggunaan DES (dietilstilbestrol). Wanita yang mengonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara.
Perlu diingat bahwa faktor-faktor yang disebutkan di atas tidaklah selalu dapat memicu serangan kanker payudara, namun seringkali riwayat hidup seseorang yang terkena kanker payudara berhubungan dengan faktor-faktor tersebut.

Gejala-Gejala Kanker Payudara

Ada beberapa gejala kanker payudara yang dapat dilihat. Berikut adalah gejala-gejala yang dimaksud:
  • Adanya benjolan pada payudara yang dapat diraba.
  • Perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  • Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang sukar sembuh.
  • Adanya cairan (darah atau nanah-berwarna kuning sampai kehijauan) yang keluar dari puting susu.
  • Perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam (retraksi).
  • Adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara.
  • Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Vrydag 03 Mei 2013


10 Proses Melahirkan Yang Harus Calon Ibu Ketahui



Ada beberapa hal mengenai proses kelahiran anak yang penting untuk diketahui para ibu untuk menyiapkan dirinya. Berikut di antaranya:
1. Tidak seperti di film. Seringkali, di film-film, kita melihat, ketika si aktris yang memerankan peran ibu hamil, saat air ketubannya pecah, semua orang panik, si ibu terhuyung-huyung, mengalami kontraksi mendadak yang luar biasa, lalu berteriak memanggil taksi. Padahal, dalam kehidupan nyata, tidak selalu sedramatis itu. Air ketuban umumnya pecah saat menjelang kelahiran anak, dan meski pun pecah duluan, tak harus bergegas dan berlarian ke rumah sakit. Tentu, Anda harus segera menemui dokter kandungan, tetapi bukan berarti Anda bisa berteriak-teriak sambil berlari-lari di tengah jalan. Di kehidupan nyata, setiap proses kelahiran bayi itu sangat unik dan spesial.
2. Tanggal kelahiran, lebih tepatnya, bulan kelahiran. Sebuah proses kehamilan yang lengkap berlangsung antara 37-42 minggu. Tanggal perkiraan kelahiran adalah sebuah perkiraan, bukan tenggat waktu pasti. Kebanyakan bayi bahkan terlahir sebelum atau setelah tanggal perkiraan, rata-rata anak lahir 4 hari sesudah tanggal perkiraan yang dibuat oleh para dokter. Memang agak sulit untuk merencanakan seluruh bulan sebagai momen kelahiran, namun tanggal kelahiran pun terlalu spesifik. Yah, kita hanya bisa bersiap menunggu kelahiran si kecil dan tidak terpaku pada tanggal yang diberikan oleh para dokter.
3. Proses kelahiran melewati fase yang khusus dan memiliki tantangan yang berbeda-beda. Proses kelahiran adalah sebuah proses yang ritmis. Kelahiran yang terlalu dini umumnya akan berlangsung lama, namun lebih mudah ditangani ketimbang kelahiran yang aktif, yang umumnya membutuhkan lebih banyak fokus dan teknik mengatasi rasa sakit. Mendorong bayi keluar di akhiran adalah suatu hal yang berbeda dan bisa menjadi sebuah perubahan. Memahami tahapan-tahapan kelahiran akan membantu Anda untuk menghadapinya dengan cara yang berbeda-beda.
4. Epidural adalah satu dari sekian banyak cara untuk menghadapi kelahiran. Ada banyak debat yang mempertanyakan apakah epidural adalah hal yang baik atau tidak untuk diberikan kepada ibu yang sedang dalam proses melahirkan. Satu jawabannya adalah, tergantung. Epidural yang terlalu dini disuntikkan akan memperlambat proses dan membuat diperlukan intervensi medis. Namun, epidural yang diberikan terlambat, saat ibu sudah sangat kelelahan, bisa mempercepat kelahiran, dan mengurangi kemungkinan intervensi. Coba lupakan sejenak mengenai baik atau buruk yang menyangkut epidural, tetapi penuhi pengetahuan Anda mengenai risiko dan keuntungan dari obat tersebut, serta pelajari teknik cara menghadapi proses kelahiran yang menyakitkan, lalu lihat bagaimana perjalanan proses kelahiran bayi Anda.
5. Filosofi dari petugas medis yang Anda percayakan sangat berpengaruh. Beberapa dokter percaya bahwa ia harus secara aktif menghadapi proses kelahiran, dan mengenalkan teknologi medis seputar penanganan proses kelahiran, bahkan sebelum terjadi kebutuhan, sebagai pencegahan. Lainnya, ada yang percaya bahwa kelahiran seharusnya berjalan alami dan penanganan intervensi medis sebaiknya hanya dilakukan saat mulai terjadi hal-hal yang di luar kewajaran. Dengan begini, proses kelahiran akan sangat berpengaruh oleh siapa yang membantu Anda. Bicarakanlah kepada petugas medis yang menangani Anda mengenai filosofinya membantu kelahiran. Pastikan hal tersebut sesuai dengan pemahaman Anda.
6. Bidan atau dokter kandungan mungkin tak akan selalu bersama Anda. Hal ini bisa jadi hal yang mengejutkan bagi banyak pasangan, namun seringkali terjadi. Dokter kandungan atau bidan yang Anda percayakan untuk mengurusi kesehatan kandungan Anda mungkin tidak akan selalu ada untuk Anda. Umumnya, mereka akan menyarankan kapan Anda sebaiknya memeriksakan kandungan dan perkembangan kehamilan secara periodik. Namun, secara umum, mereka kemungkinan tidak akan ada di sana untuk membimbing Anda setiap waktu. Biasanya, mereka akan ada di akhiran, saat si bayi hampir lahir. Bidan biasanya akan ada bersama Anda lebih lama, namun, itu pun tergantung. Inilah alasan mengapa kelas-kelas kelahiran akan sangat berarti.
7. Kelahiran yang diinduksi biasanya berakhir pada C-Section. Ekspektasi untuk membuat proses kelahiran terus berjalan dan tak terhenti pada kecepatan yang tidak realistis akan mendorong penggunaan pitocin berlebihan, yang bisa menggandakan kemungkinan harus di-Caesar. Penggunaan pitocin harus terus dimonitor, artinya, ibu tidak boleh banyak bergerak saat proses. Namun, mengubah posisi sebenarnya bisa membantu proses kelahiran dan membantu atasi rasa sakit. Intinya, coba hindari induksi sebisa mungkin kecuali memang secara medis, sangat diperlukan.
8. Banyak beristirahat di awal proses kelahiran bisa mengurangi kemungkinan proses kelahiran caesar. Saat Anda dan dokter mengetahui bahwa kelahiran Anda berada dalam keadaan sehat dan baik, Anda bisa mencoba beristirahat dan tidak panik saat kontraksi mulai terjadi. Satu hal yang bisa Anda pegang adalah untuk mencoba mengikuti aturan 411. Artinya, barulah mulai proses di ruang bersalin saat kontraksi berselang selama 4 menit, setiap kontraksi berlangsung selama 1 menit, serta hal ini sudah berlangsung selama 1 jam. Bicarakan hal ini dengan bidan atau dokter, namun, siapkan diri Anda untuk bersantai sebelum proses kelahirannya benar-benar dimulai, gunanya, agar Anda tidak terlalu cepat kelelahan atau terlalu cepat diinduksi karena panik sudah ada di ruang bersalin dan merasa harus segera melahirkan.
9. Kelahiran termasuk hal fisiologis. Kontraksi memang berlangsung sangat menyakitkan bagi tubuh dan bahkan prosesnya terasa sangat melelahkan. Namun, faktanya, tubuh kita sudah didesain sedemikian rupa. Tak seperti hal menyakitkan lainnya, proses kelahiran tidak mengindikasikan adanya bagian tubuh yang rusak atau ada yang salah. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu melewati proses tersebut. Coba ikuti kelas-kelas seputar kelahiran, dapatkan dukungan kelahiran dari ahlinya, dan pelajari mengenai proses kelahiran.
10. Proses kelahiran bukan mengenai bagaimana Anda melakukannya. Survei atas ribuan ibu menemukan bahwa bukan masalah apakah Anda mendapat suntik epidural atau tidak yang membuat sebuah proses kelahiran menjadi sebuah pengalaman positif. Melainkan lebih kepada bagaimana si ibu diperlakukan dengan nyaman dan penuh hormat saat momen yang rapuh. Wanita dengan ekspektasi realistik cenderung lebih bahagia menghadapi proses kelahiran anaknya. Hal ini berarti memahami apakah Anda bisa mengkontrol apa yang bisa Anda kontrol. Sebisa kita menghapus konsepsi proses kelahiran yang sempurna, maka konsepsi pelahiran tak sempurna pun akan menghilang bersamanya. Toh, yang terpenting adalah si ibu dan si bayi sehat, kan?

Tahapan Proses Persalinan

Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil, sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling mendebarkan. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir ke dunia. Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan.
Ada baiknya para calon ibu mengetahui proses atau tahapan persalinan seperti apa, sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala halnya guna menghadapi proses persalinan ini. Proses persalinan terbagi ke dalam  empat tahap, yaitu :
kala I; Tahap Pembukaan
In partu (partus mulai) ditandai dengan lendir bercampur darah, karena serviks mulai membuka dan mendatar. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. Pada kala ini terbagi atas dua fase yaitu:
Fase Laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm
Fase aktif: yang terbagi atas 3 subfase yaitu akselerasi, steady dan deselerasi
Kala I adalah tahap terlama, berlangsung 12-14 jam untuk kehamilan pertama dan 6-10 jam untuk kehamilan berikutnya. Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala untuk mendorong bayi ke jalan lahir. Pada setiap kontraksi rahim, bayi akan semakin terdorong ke bawah  sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir. Kala I persalinan di sebut lengkap ketika pembukaan jalan lahir menjadi 10 cm, yang berarti pembukaan sempurna dan bayi siap keluar dari rahim.
Masa transisi ini menjadi masa yang paling sangat sulit bagi ibu. Menjelang berakhirnya kala I, pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna. Kontraksi yang terjadi akan semakin sering dan semakin kuat. Anda mungkin mengalami rasa sakit yang hebat, kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah yang merasakan masa yang paling berat. Anda akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah, seperti ingin buang air besar.
Menjelang akhir kala pertama, kontraksi semakin sering dan kuat, dan bila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm berarti bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II.
Selengkapnya mengenai tahap pembukaan baca disini: Proses Melahirkan: Apa yang Terjadi pada Fase Pembukaan?
Kala II; Tahap Pengeluaran Bayi
Pada kala pengeluaran janin, rasa mulas terkordinir, kuat, cepat dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Anda merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waku mengedan, kepala janin mulai kelihatan, vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus-vagina) meregang. Dengan mengedan terpimpin, akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin. Sebagai gambaran : Video Melahirkan
Ibu akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum. Daerah perineum bersifa elastis, tapi bila dokter/bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi), maka tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayi

15 Ciri-ciri Orang Hamil Muda



ciri-ciri orang hamil muda
Tidak yakin jika Anda sedang hamil? Kami telah mengumpulkan 15 Ciri-ciri Orang Hamil Muda yang paling umum untuk melihat apakah sudah waktunya untuk buang air kecil pada tongkat itu.

Berikut 15 ciri-ciri orang hamil muda


1. Bengkak dan sakit payudara

Rasa sakit atau kesemutan di payudara adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Pada awal kehamilan payudara akan mengisi dan berubah bentuk karena mereka mempersiapkan diri untuk menghasilkan susu. Payudara bisa menjadi sangat lembut dan sensitif selama beberapa bulan sebagai hasilnya. Tapi, Teresa Pitman, doula dan ahli laktasi, mencatat: "bahwa tidak semua wanita mengalami perubahan, terutama jika mereka telah di pil KB."

2. Penggelapan areola

Bagi banyak wanita, hormon dapat menyebabkan areola, lingkaran sekitar puting, untuk memperluas dan gelap selama kehamilan. Hal ini terjadi sebagai tubuh mempersiapkan diri untuk menyusui.

3. Bercak

Sekitar lima sampai 10 hari setelah pembuahan, beberapa wanita melihat cahaya bercak ketika implan embrio di dalam rahim. Jadi jika Anda sudah memiliki periode cahaya bulan ini, Anda mungkin masih membawa bungkusan kecil dari sukacita.

4. Urinary frekuensi atau sembelit

Bila Anda sedang hamil, rahim anda menekan langsung pada kandung kemih yang menyebabkan buang air kecil lebih sering. Tekanan ditambahkan dan perubahan usus juga dapat menyebabkan sembelit. Tentu saja, semakin banyak bayi tumbuh, semakin menekan rahim terhadap kandung kemih dan organ lainnya.

5. Kelelahan

Banyak wanita merasa sangat lelah di awal kehamilan (dibutuhkan banyak energi untuk membuat bayi!). Bahkan, kelelahan sering salah satu tanda pertama kehamilan. Jika Anda sedang hamil, kemungkinan Anda akan mulai merasa kurang lelah di sekitar minggu ke-12, ketika plasenta sepenuhnya terbentuk.

6. Mual
ciri-ciri orang hamil muda
Mual adalah salah satu efek samping yang paling umum dari kehamilan. Ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon (sekitar 80 persen wanita "morning sickness" Pengalaman selama 3 bulan pertama kehamilan). Bagi banyak orang, mual ini tidak selalu terbatas hanya untuk pagi hari - beberapa merasakannya sepanjang hari. Klik di sini untuk semua fakta-fakta tentang morning sickness.

7. Bau Sensitivitas

Tidak, bau di bus tidak di kepala Anda: Banyak wanita memiliki lebih sensitif terhadap bau selama kehamilan. Gejala ini merupakan salah satu tanda-tanda awal yang paling umum bahwa Anda bisa hamil. "Beberapa peneliti telah berspekulasi bahwa mungkin untuk melindungi perempuan dari makan makanan 'manja' atau tercemar, sehingga melindungi bayi dari setiap racun berbahaya," kata Pitman.

8. Peningkatan suhu basal

Jika Anda telah melacak suhu basal Anda, tanda positif dari kehamilan adalah peningkatan sekitar satu gelar yang berlangsung selama lebih dari dua minggu setelah "dip" dalam suhu yang menunjukkan ovulasi.

9. Hilang periode

Indikator yang paling jelas dari kehamilan adalah periode tidak terjawab, namun terlambat haid tidak selalu berarti bayi sedang dalam perjalanan. Stres, diet atau jadwal yang tidak teratur juga dapat menjadi penyebab, jadi yang terbaik untuk mendapatkan diuji sebelum membuat pengumuman besar.

10. Unusual kelaparan atau mengidam

Badan hamil bekerja keras untuk tumbuh bayi itu, dan membutuhkan sekitar 300 kalori ekstra per hari. Beberapa wanita menemukan diri mereka keinginan makanan mereka tidak akan pernah biasanya bermimpi makan, sementara yang lain hanya merasa lapar sepanjang hari.

11. Sakit kepala

Frekuensi sakit kepala migrain dapat meningkat dengan kehamilan. Banyak wanita yang mengalami sakit kepala hormonal migrain menemukan mereka mendapatkan lebih dari mereka selama terutama di awal kehamilan, menjelaskan Pitman. Namun, beberapa orang memiliki pengalaman yang berlawanan dan benar-benar mendapatkan penangguhan hukuman sedikit dari migrain sementara mengharapkan.

12. Perubahan suasana hati

Banyak wanita mengalami perubahan suasana hati emosional selama kehamilan. Itu wajar untuk pergi melalui berbagai emosi sebagai hormon yang mengatur dan tubuh berubah.

13. Merasa pingsan atau pusing
ciri-ciri orang hamil muda

Pergeseran hormon, dikombinasikan dengan jantung berdetak lebih cepat untuk memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh dapat menyebabkan tekanan darah untuk secara bertahap menurun di awal kehamilan. Akibatnya banyak wanita mengalami periode pusing atau perasaan pusing.

14. Logam rasa di mulut Anda

Beberapa wanita mengeluhkan rasa yang aneh "metalik" di mulut mereka selama kehamilan. Meskipun tidak ada penjelasan ilmiah untuk gejala ini, untuk beberapa hal itu bisa berlangsung sepanjang kehamilan mereka seluruh.

15. Vivid mimpi

Mimpi selama kehamilan sering mengintensifkan. Jadi jika Anda dreamin 'telah menjadi lebih dramatis ini bisa menjadi gejala anda hamil.